Wisata Tersembunyi di Bali “Bunut Bolong”

Ketika mendengar kata Bali apa yang terlintas dipikiran kalian? pantai Kuta dan pantai Nusa Dua? Bali memang terkenal dengan keindahan pantainya, namun ada satu tempat wisata tersembunyi, yang letaknya agak jauh diujung barat pulau Bali. Tempat wisata ini bisa menjadi salah satu tujuan jalan – jalan setalah masa pandemi ini berakhir.

Bunut bolong, itulah nama tempatnya. Lokasinya di kabupaten Jembrana Bali. Butuh waktu 3 jam dari Bandara Ngurah Rai untuk sampai disini jika keadaan jalan normal, tanpa macet. Selama perjalanan mata kita akan dimanjakan dengan pemandangan nan hijau pepohonan disisi kanan dan kiri jalan.

Pantai yang membentang juga menjadi pelengkap dari keindahan alam menuju Bunut Bolong. Ketika memasuki daerah pedesaan jalanan akan sedikit menanjak dan pemandangan pantai mulai digantikan dengan rimbunan pepohonan yang tersusun tinggi menyerupai bukit. Udara dingin pun perlahan menyentuh kulit seiring dengan semakin masuknya kita kedalam desa.

Sampai di lokasi kita disuguhkan dengan sebuah pohon Bunut Besar dengan lubang ditengahnya. Lubangnya cukup besar hingga pejalan kaki, sepeda motor, mobil hingga truk pun cukup untuk melewati lubang pohon tersebut.

Pohon yang sudah berusia ratusan tahun dan merupakan pohon tertua di Bali ini, tumbuh subur dengan akar penopang yang amat kuat. Beberapa akar gantung kecil menjadi penghias dari keindahan pohon ini. Bentuk daun yang menyirip dan beberapa tumbuhan kecil yang tumbuh disekitar pohon menjadi pelengkap dan menambah kesitimewaan tempat wisata yang berlokasi di sisi barat pulau Bali.

Jalan tempat pohon ini tumbuh dan besar merupakan jalan penghubung antara kabupaten Jembrana dan Buleleng. Jadi merupakan hal biasa jika banyak sepeda motor dan mobil lalu lalang melintasi pohon besar ini.

Tempat wisata ini temasuk daerah yang disakralkan oleh masyarakat sekitar, jadi di sisi pohonnya dibangun pura sebagai tempat untuk berdoa. Nah, karena tempat ini disucikan terdapat beberapa pantangan yang harus dipatuhi dan sangat dipercaya oleh masyarakat lokal, yaitu iring – iringan pengantin dan iring-iringan jenazah dilarang berjalan melintasi lubang pada pohon.

Karenanya masyarakat sekitar membuatkan jalan alternatif tepat disamping pohon sebagai tempat melintas untuk iring-iringan pengantin maupun jenazah. Namun hal ini tidak berlaku untuk orang yang masih pacaran dan telah menikah.

Disisi lain juga terdapat warung kelontong yang menjual makanan ringan dan minuman dengan harga yang terjangkau. Ada juga warung musiman yang hanya menjual buah tertentu pada musim tertentu.

Misalnya saat musim durian warung itu menjual durian, saat musim rambutan warung itu menjual rambutan, saat musim manggis warung itu menjual manggis dan saat tidak ada musim apapun warung itu tidak berjualan.

You may also like