Sambut New Normal dengan Dibukanya Pariwisata Indonesia

Sampai saat ini, masyarakat Indonesia maupun dunia masih terus dihantui dengan adanya pandemi COVID-19. Sudah berbulan-bulan, virus itu telah melumpuhkan Sebagian besar perekonomian masyarakat. Angka PHK karyawan pun semakin meningkat di tengah pandemi COVID-19. Salah satu bidang yang terdampak cukup signifikan karena pandemi ini adalah pariwisata.

Banyak sekali wisatawan mancanegara maupun lokal yang memilih untuk tidak mendatangi tempat-tempat wisata. Namun, di awal bulan Juni 2020 ini, pemerintah Indonesia mencanangkan “New Normal”. Meski begitu, tidak semua wilayah di Indonesia berkesempatan untuk “New Normal”, karena masih ada beberapa daerah yang angka penularan COVID-19 ini masih tinggi.
“New Normal” diawali dengan dibukanya kembali beberapa tempat wisata.

Meski telah dibuka, tetapi pihak pengelola tetap harus memperhatikan keselamatan pengunjungnya, alias mereka harus menaati aturan yang ditetapkan oleh pemerintah terkait pembukaan tempat wisata.

Kemenparekraf, telah melihat bahwa sektor pariwisata di Indonesia ini masih bisa tumbuh di tengah situasi pandemi. Bahkan adanya “New Normal” ini disinyalir dapat meningkatkan pendapatan, meski belum maksimal seperti sebelum adanya COVID-19. Sebelumnya, Indonesia memang berada di jajaran negara yang banyak diminati untuk berpariwisata.

Namun, karena pandemi semuanya harus menurun. Banyak negara-negara yang melarang warga negaranya untuk bepergian ke luar negeri, hal tersebut dilakukan demi keselamatan.

Di Indonesia sendiri, meski Sebagian pariwisata telah buka, pengunjung diminta untuk tetap menerapkan social distancing demi mencegah penularan COVID-19. Bagi pengelola pariwisata yang tidak bisa menaati aturan tersebut, maka akan dikenai sanksi.

Meski begitu, dibukanya pariwisata kembali ini telah memberikan secercah harapan kepada masyarakat. Terlebih selama pandemi ini banyak masyarakat yang memilih untuk berdiam diri di rumah saja. Mungkin kembalinya pariwisata ini berbeda dengan sebelum adanya pandemi, termasuk belum banyaknya wisatawan yang datang.

Demi menjaga tidak adanya kluster baru, selain menerapkan social distancing, pihak pengelola juga diharapkan selalu mengikuti prosedur kesehatan, seperti menyiapkan tempat cuci tangan, hand sanitizer, dan masih banyak lagi.

Oh ya, pengunjung tempat pariwisata juga dibatasi, yakni hanya sekitar 50% saja dari jumlah awal pengunjung. Para pengunjung juga diwajibkan menggunakan masker. Hal tersebut diwajibkan agar tidak terjadi penularan COVID-19 melalui udara.

Para penjaga tempat wisata diharapkan juga memberikan contoh yang baik bagi pengunjung dengan terus mematuhi protokol kesehatan yang berlaku. Kini setiap pengunjung akan memasuki tempat wisata, mereka harus diperiksa terlebih dahulu suhu tubuhnya.

Pemeriksaan tersebut menggunakan termometer infrared. Jadi, bagi semua pihak yang berada di bidang pariwisata, termasuk para pengunjung yang datang, diharapkan tetap mematuhi semua protokol kesehatan yang telah dianjurkan oleh pemerintah maupun WHO. Toh itu semua demi kenyamanan dan keselamatan bersama. Semoga pandemi COVID-19 ini segera berakhir dan pariwisata serta bidang lainnya juga bisa kembali normal.

You may also like