Perkembangan Sepak Bola di Tengah Pandemi Covid 19

Sepak bola merupakan olahraga yang banyak digemari masyarakat dari berbagai kalangan. Apalagi jika sedang karantina di rumah seperti masa sekarang ini dengan menonton pertandingan sepak bola dapat memberikan hiburan tersendiri. Setelah ditunda sejak bulan Maret akibat pandemi COVID-19, sepak bola sempat vakum beberapa bulan.

Baru pada hari Sabtu, 16 Mei 2020 pertandingan sepak bola kembali bergulir diawali dengan pertandingan yang berada di Liga Jerman atau lebih sering dikenal dengan Bundesliga. Bundesliga memulai langkah positif ini dengan menggelar pertandingan pekan ke-26.

Tentu saja ada yang berbeda dengan pertandingan sepak bola sebelum ada COVID-19 dengan setelah ada COVID-19. Dalam melakukan pertandingan sepak bola Liga Jerman menerapkan beberapa aturan yang harus disepakati pihak klub agar kompetisi mendapat ijin untuk bisa bergulir kembali.

Apalagi situasi pandemi COVID-19 di Jerman belum begitu baik karena angka kematian akibat COVID-19 masih mencapai sekitar delapan ribu jiwa.

Meski begitu, berbagai protokol sudah disiapkan untuk terus melanjutkan kompetisi di Liga Jerman atau Bundesliga tersebut. Sebelum digelar pertandingan, pihak tuan rumah diwajibkan untuk menyemprot stadion seisinya menggunakan disinfektan agar virus yang ada mati dan tidak menular.

Pertandingan juga digelar tanpa adanya penonton. Orang-orang yang ada di dalam stadion diwajibkan memakai masker, termasuk para pemain cadangan dan staf tim diwajibkan untuk menjaga jarak aman. Sementara untuk para pemain yang sedang bertanding, diizinkan untuk tidak menggunakan masker. Sebab, tidak baik bila berolahraga dengan menggunakna masker.

Dalam pertandingan awal tersebut, yang paling disoroti oleh banyak orang ialah pertandingan antara Dortmund vs Schalke 04. Dalam pertandingan tersebut, Dortmund berhasil memenangkannya dengan perolehan skor 4-0.

Akan tetapi, bukan kemenangan Dortmund yang menjadi buah bibir para penggemar sepak bola, melainkan perayaan gol ala-ala social distancing yang dilakukan para pemain Dortmund. Erling Haaland sendiri menjadi pembuka kemanangan bagi Dortmund dengan golnya yang tercipta pada menit ke-29.

Jika dilihat dari pertandingan tersebut, Erling Haaland melakukan perayaan gol dengan tidak memeluk pemain lain. Ia dan rekan-rekannya yang lain tetap disiplin merayakan kemenangan dengan menjalankan aturan social distancing.

Biasanya, dalam sebuah pertandingan sepak bola, para pemain akan melakukan kontak fisik dengan pemain lainnya. Bahkan untuk merayakan gol pun biasanya mereka juga memeluk satu sama lainnya.

Namun, di masa pandemi COVID-19 ini mereka tetap menjaga jarak demi mematuhi aturan yang ada. Meski tidak melakukan perayaan seperti biasanya, namun pemain Dortmund tersebut tetap melakukan tos menggunakan sikut tangannya. Perayaan tersebut sesuai dengan anjuran dari WHO.

Beruntungnya, pertandingan di hari tersebut berjalan dengan lancar. Meski aturannya ketat dan banyak, tetapi mereka tetap menaatinya dan pertandingan pun berjalan dengan seru. Bahkan kedua tim berhasil menyajikan permainan yang epik.

Hingga saat ini, COVID-19 masih belum mereda. Maka dari itu, demi tetap menyelenggarakan pertandingan sepak bola maka anjuran dari WHO harus dipatuhi. Semoga saja, pandemi ini segera berakhir dan kehidupan sepak bola bisa kembali normal.

You may also like